Las Listrik adalah sebuah proses pengelasan yang sumber panasnya diperoleh dari energi listrik. Dari Energi Listrik kemudian diterima oleh mesin las dan diubah menjadi energi panas saat kutub elektroda dan benda kerja bertemu sehingga terjadi pertukaran ion yang menyebabkan terjadinya busur listrik.
Cara kerja secara umum nya mesin las, yaitu menurunkan tegangan sehingga yang di dapatkan adalah arus yang besar, karena secara ideal nya power yang masuk sama dengan power yang keluar, arus yang besar ini di jadikan Arus DC sehingga ketika di short kan akan melelehkan besi core pada kawat las.
Pada dasarnya jika kita membedakan mesin las listrik terdapat 2 jenis yaitu jenis trafo dan inferter
1. Mesin las trafo
Mesin las trafo ini menggunakan komponen utama yaitu tranformator. Transformator ini yang berfungsi menurunkan tegangan lalu di jadi kan listrik DC sehingga bisa di gunakan untuk mengelas
Kelebihan mesin tipe trafo
- Awet dan tahan lama
- Tidak cepat rusak
- Mahal
Kekurangan mesin las tipe trafo
- Lebih berat dan besar
- Listrik lebih boros karena daya input dan daya keluar sekitar 80% an
Macam macam mesin las tipe trafo
Dalam mengatur Arus / amper yang dinginkan mesin las tipe trafo menggunakan beberapa metode yaitu step swtich dan tiristor control.
Trafo las tipe step switch
Mesin las tipe ini umum nya sangat berat karena menggunakan trafo yang lilitan sekundernya sangat banyak dan ada komponen selektor yang berfungsi memilih trafo sekundernya.
Trafo las tipe tiristor control
Mesin las tipe ini kita bisa memilih arus yang lebih fleksibel karena menggunakan potentiometer. Untuk komponen utama mesin ini menggunakan transfomator namun pada lilitan skunder di sambung dengan tiristor sebagai pengontrol arus. Untuk mengotrol tiristor diperlukan PCB kontroller.
2. Mesin las inverter
Mesin las inverter ini sangat rumit di bandingkan tipe trafo karena membutuhkan komponen yang banyak dan beberapa module. Modul utama pada mesin ini adalah module inverter modul ini berfungsi mengotrol igbt untuk mendapatkan tegangan AC yang berfrekuensi tinggi.
Cara kerja mesin ini yaitu, dari AC di jadikan DC dengan tegangan tinggi kemudian di jadikan AC dengan frekuensi tinggi untuk menginduksi transformator high frekuensi lalu lilitan skunder dari trafo frekuensi tinggi mengasilkan tegangan yang rendah dan ber arus besar kemudian di berikan ke dioda supaya menjadi tegangan DC untuk proses pengelasan.
Kelebihan mesin las inverter
- Lebih kecil dan ringan
- Lebih murah
- Lebih hemat listrik karena efisiensi sekitar 90%
Kekurangan mesin las inverter
- Lebih cepat rusak dan tidak awet